Sunday, 17 September 2017

Malam yang Dipenuhi dengan Kegelisahan dan Kerinduan


Dimalam itu seakan terasa sunyi sayup dalam belenggu kegelapan, berada dalam ruang kamar yang dihempit oleh keheningan malam yang diselimuti tebalnya rindu akan kehadiran sosok dirimu.
semenjak kau memberanikan diri untuk mengambil keputusan dimana engkau mengatakan tepat dihadapanku, kau akan pergi kepulau seberang untuk melanjutkan study demi menggapai cita-citamu.

Tak ada pengharapan dan tak aku inginkan hal itu terjadi, nada dalam kelembutan yang tercipta dari bibirmu menggambarkan akan besarnya cita-cita yang kau dambakan, terdengar hingga kedaun telingaku yang terbuka lebar menyerap semua kata yang kau ucapkan, mengalir melalui syaraf-syarafku hingga merasuki pikiranku.

Diam seolah aku berat menerima keputusan yang kau ambil itu, dimana kau akan meninggalkanku menuju tanah rantau demi cita-cita yang kau dambakan itu. Kegelisahan selalu datang menghampiriku mengingat waktu yang telah kita habiskan bersama, semua itu seolah berhenti.

Selimut rindu, selalu terpikir seolah itu adalah kamu yang memberikan rasa hangat akan dinginnya kegelisahan menanti namun tak pasti. Terjagakah aku dihidupmu, terpikirkah aku dihidipmu, resahkah engkau tanpaku, merasa gelisahkah engkau tanpaku, adakah selimut rindu yang menghangatkanmu,

Tiba dimalam yang tak dapat aku tahan  akan kegelisahan, mungkinkah itu rindu. seolah aku berada dalam jurang rindu. Disni aku selalu menanti kedatanganmu, berharap cemas jgan sampai engkau telah lupa akan wajahku ini. hampir setiap malam yang kulalui hanyalah mendengar suaramu. berharap masa itu tiba secepatnya sehingga bukan lagi suara yang kudengar, tetapi juga dengan dirimu.

0 comments:

Post a Comment