Sunday, 17 January 2016

Merpatiku Yang Kuharapkan Tak Datang



Setelah lama menghitung hari menunggu kedatanganmu hingga tiba dimalam itu engkau mengabariku melalui pesan singkat dan mengatakan bahwa kau ingin pulang dari rantauan dan meminta akan dijemput dibandara pada esok hari tepat pukul 7 pagi. Dan sepanjang malam itu aku slalu teringat sama merpatiku yang akan datang dari rantauan begitu saya sangat mengharpkan kedatangannya karena rasa ingin bertemu dengannya tak terhitung lagi jumlahnya.

Saat malam itu aku mengatur alaram handphone tepat pada pukul 5 pagi agar bisa tepat waktu tiba dibandara. Rasa senang, rindu tercampur bahagia melalui jalan yang berliku-liku nan menghirup udara sejuk dipagi harinya dimana rasa ingin cepat tiba dibandara. Setiba aku dibandara rasa ingin ketemu denganmu tak terbendung lagi dan akan menjalankan beberapa hal yang ingin kita kerjakan disaat kita bertemu nantinya.

Karena mungkin rasa senang, rindu tercampur bahagia tersebut, ternyata ada satu hal yang saya lupakan yaitu melihat pesan singkat darimu dimana engkau mengatakan bahwa hari itu engkau batal untuk pulang. Wah.. rasa kecewa yang amat saya rasakan waktu itu, dimana merpati yang aku tunggu saat itu ternyata tidak kunjung datang.

Aku bagaikan tiang kaku yang berdiri tepat didepan pintu kedatangan penumpang yang tak berarti apa-apa hanya dilalui orang-orang banyak tapi seolah tidak ada yang melihat.

0 comments:

Post a Comment